DSH Pekanbaru Gelar Pelatihan Sembelih Halal, Rois Tekankan Pentingnya Kesejahteraan Hewan

PEKANBARU – Menjelang perayaan hari raya idul adha 1943 H, Dakwah Sembelih Halal (DSH) Kota Pekanbaru gencar menggelar pelatihan penyembelihan hewan kurban bagi panitia maupun pengurus masjid.

Tujuan sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman agar lebih cermat dalam memilih hewan kurban dan cara penyembelihan yang memenuhi ketentuan sehingga daging kurban aman dan halal dikonsumsi sesuai syariat Islam.

“Jadi target kita selain cara memilih hewan kurban yang baik, kita ingin meminimalisir adanya insiden-insiden, karena banyak orang kena tendang, sapi lari dari tempatnya, kemudian kesejahteraan hewan tidak tercapai, itu kan tidak bagus,” kata Pembina Dakwah Sembelih Halal (DSH) Pekanbaru Rois, Kamis (30/6).

Lanjutnya lagi, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penyembelihan hewan sesuai syariat, satu diantaranya yaitu perlakuan yang baik pada hewan.

Perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih dapat mempengaruhi kualitas dagingnya. Hewan yang disembelih dalam keadaan stres kata Rois, nantinya dapat mengakibatkan daging cepat membusuk.

“Kan ada cara-cara yang peraktis, ketika hewan di perlakukan tidak bagus maka efeknya kondisi daging yang dihasilkan itu stres dan cepat busuk,” ujarnya.

Di antara perbuatan yang dapat membuat hewan ketakutan atau stres saat akan disembelih diantaranya memperlihatkan proses pengasahan pisau serta memperlihatkan hewan yang disembelih di hadapan hewan lain yang masih hidup.

“Nabi menyuruh jangan menyembelih di depan hewan yang masi hidup serta jangan mengasah pisau di depan hewan yang mau disembelih karena itu sama artinya menyembelih hewan dua kali,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rois mengatakan bahwa posisi penyembelihan hewan menghadap kiblat tidak mesti dilakukan karena yang diutamakan adalah adab terhadap hewan yang akan disembelih, selain itu tidak ada dalil kata Rois jika hewan hasil sembelih yang tidak meghadap kiblat akan menjadi bangkai.

“Hewan sembelih menghadap kiblat yang katanya sunnah dan ternyata setelah saya cek hadisnya lemah, bagus menghadap kiblat tapi kalau ayam atau kambing tidak masalah dihadapkan ke kiblat karena hewannya kecil,” ujarnya.

“Kalau sapi yang bobotnya bisa sampai 600 kg itukan kasian karena harus digotong-gotong, punggungnya terseret di aspal bahkan sampai berdarah hanya karena ingin menghadap kiblat,” lanjutnya.

Rois juga menyarankan khusus perlakuan terhadap sapi yang liar sebaiknya dalam menyembelih dimana sapi ditambatkan disitu pula dirobohkan dan langsung disembelih ditempat itu juga.

“Apalagi panitia tidak menyiapkan tali yang baru, kokoh dan panjang,” tuturnya.

Berbeda perlakuan dengan sapi jinak yang bisa dituntun dan mudah diarahkan ke lubang sehingga darah bisa terkumpul di satu tempat yang kemudian bisa ditimbun dengan tanah.

Pada intinnya sosialisasi yang dilakukan Dakwah Sembelih Halal (DSH) agar hewan bisa dibuat senyaman mungkin sehingga target dari dari apa yang di sampaikan Rasulullah SAW tercapai, bahwa perlakukanlah hewan dengan sebaik-baiknya dan senyaman mungkin sehingga apa yang menjadi niatan masyarakat yang berkurban dapat tercapai.

Baca Juga

Launching Pelatihan Menjahit RKI Marpoyan Damai Pekanbaru

PEKANBARU – Salah satu ruang lingkup Rumah Keluarga Indonesia (RKI) adalah Pos Ekonomi Keluarga. Atas …